WIDYANTORO: SEMOGA LEKAS KEMBALI KE TOP FORM

SOLO – Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengaku mengambil banyak pelajaran dari uji coba menghadapi Persatu Tuban, Sabtu (17/6/2017) malam di Stadion Manahan, Solo. Hasil imbang tidak dianggap sebagai aib oleh pelatih asal Magelang tersebut, Wiwid justru senang kelemahan di timnya terdeteksi sejak dini.

“Para pemain bermain di bawah top performa mereka, tidak masalah dengan hasil akhir, justru ada hikmahnya kita ditahan imbang Persatu,”ungkap Widyantoro.

Sepanjang babak pertama, Joko Prayitno dkk bermain buruk, koordinasi antar lini tidak berjalan sempurna. Alhasil, justru Persatu terlihat bermain lebih bagus dibandingkan tim Persis Solo.

“Para pemain bermain buruk sepanjang babak pertama, mereka terlihat kaget dengan pressing tinggi dan permainan depat tim tamu,”terang Widyantoro.

Meskipun bermain baik di babak kedua, namun para pemain Persis Solo gagal menembus rapatnya lini pertahanan tim tamu. Para penyerang Persis Solo terlihat kesulitan menembus zona sepertiga akhir pertahanan lawan. Bayu Nugroho dan Joko Prayitno terlihat lebih sering bermain individual karena rapatnya pertahanan tim tamu.

“Babak kedua sebnernya sudah keluar dari tekanan dan menguasai permainan, tapi organisasi pertahanan lawan cukup disiplin,”

Usai uji coba menghadapi Persatu Tuban, para pemain akan diberi libur latihan mulai 21 hingga 27 Juni. Joko Prayitno sudah harus berkumpul di Solo pada 28 Juni mendatang guna memulai persiapan laga Derby Jawa Tengah menghadapi PSIS Semarang pada 6 Juli 2017 di Stadion Manahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *