TIGA PEMAIN DIPUTUS KONTRAK

Solo –  Pelatih Persis Solo, Widyantoro mencoret tiga nama pemain dalam daftar skuad Liga 2 musim 2017. Menurut Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, pencoretan ketiga pemain tersebut harus dilakukan karena dinilai tidak masuk dalam kerangka skuad yang diinginkannya.

Ketiga pemain tersebut,  Dedy Jaya Siregar berposisi sebagai penjaga gawang, Liswanto di sektor bertahan,  dan M Shulton Fajar yang biasa menempati pos gelandang. Ketiga pemain tersebut tidak diturunkan Wiwid saat trofeo melawan PSPS Riau dan Kalteng Putra FC di Stadion Manahan, Sabtu (1/4/2017). Sebelumnya, Shulton dan Liswanto menjadi pilihan utama Yudi Suryata saat uji coba.

Pencoretan dilakukan manajemen yang terdiri dari Ichmar Dani, Roni Guritno, dan Langgeng Jatmiko di mes pemain, Selasa (4 /4) malam. Selain manajemen, juga dihadiri dua asisten pelatih, I Komang Putra dan Albert Rudiana.

Wiwid menilai Dedy Jaya Siregar kualitasnya masih kalah jauh dibandingkan kiper utama,  Agung Prasetyo yang musim ini dipercaya menjadi kapten tim.  Dedy didatangkan pada masa tim masih dilatih Yudi Suryata.

“Saya sudah berdiskusi dengan pelatih kiper (Komang Putra-red), Dedy tidak memenuhi standar kiper yang diinginkan. Kualitasnya antara kiper utama dengan cadangan sangat jauh. Posisi kiper adalah hal krusial, jika kiper pertama absen, kiper kedua minimal kemampuannya setara, “kata Wiwid, Selasa (4/4/2017), saat jumpa pers di Kantor Sekretariat tim kawasan Pasarkliwon.

Sementara untuk Liswanto pergerakan di lini belakang mulai lamban dan tidak sesuai dengan karakter permainan tim yang diusung Wiwid. Selain itu, Wiwid membutuhkan seorang bek yang bisa menjadi leader di lini belakang.

“Secara visi, Liswanto sangat bagus, karena pemain pengalaman. Namun akan terlihat kelemahannya saat bertemu striker lincah yang memiliki kecepatan, dia sering kedodoran.  Saya mencari pemain belakang yang pengalaman dan bisa menjadi leader di pos pertahanan,” jelasnya.

Adapun untuk Shulton, pelatih asal Magelang tersebut menilai, Shulton bukan gelandang bertipikal seorang breaker yang berani bertarung di lini tengah.

“Shulton memang bukan gelandang petarung seperti yang saya butuhkan. Seorang breaker harus memiliki naluri sebagai pemain perusak di lini tengah untuk memutus alur serangan. Dari skema saya ini, dia tidak masuk dalam pilihan,” ujarnya.

Dalam waktu kurang dua pekan ini, Wiwid akan mencari pemain pengganti yang secara kualitas satu tingkat atau lebih dari ketiganya.

“Saya sudah menyampaikan kepada manajemen tambahan tiga atau empat pemain untuk tiga posisi tersebut dan satu posisi lagi di winger back. Manajemen menyetujui untuk tambahan pemain, ” tandasnya.

Target eks penyerang BPD Jateng tersebut tidak main-main dari manajemen PT Persis Solo Saestu untuk lolos Liga 1 musim depan.
“Saya diberi keleluasaan manajemen untuk mencari pemain demi target Liga 1. Hal ini sangat saya apresiasi sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO Persis, Michael Bimo Putranto menegaskan, dalam perekrutan pemain di bawah kendali Widyantoro,  agar tidak ada lagi pemain titipan yang masuk tim.

“Jadi kualitas pemain jelas. Kami serius promosi Liga 1,jadi perekrutan pemain juga tidak main-main. Jangan sampai ada titip-titipan pemain di skuat saat ini, “tegas Bimo. (BC – PERSIS SOLO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *