SUPER JO, IDOLAKAN ARSENAL DAN GENDUT DONY

SOLO – Musim ini, Persis Solo memiliki lini serang yang berbeda dibanding musim sebelumnya. Dengan mengontrak Tri Handoko, Jalwandi, Sunarto, Dedi Cahyono Putro, Chandra Waskito, Roni Saputro, dan Johan Yoga Utama, manajer tim Freddy Muli sangat leluasa menerapkan strategi serang dengan beragam formasi.

Salah satu yang berhasil didatangkan manajemen yakni penyerang jangkung Johan Yoga Utama. Musim lalu, striker bertinggi 183 sentimeter ini masih berkostum PSIS Semarang. Kedatangan Super Jo, sapaan akrabnya, terbilang sangat “sunyi”. Tiba-tiba, dia datang ke Solo dan langsung mengikuti tes medis. Dia menjadi salah satu rekrutan teranyar manajemen Persis Solo musim ini.

Bagaimana pendapat Johan Yoga Utama setelah resmi berkostum Laskar Sambernyawa. Simak perbincangan dengannya dalam “Head to Head”. (www.persis-solo.id)

Bisa ceritakan, awal bergabung dengan tim Persis Solo?

  • Saya dihubungi Coach Freddy Muli untuk mengisi posisi striker Persis Solo. Lalu diminta datang pada awal latihan perdana untuk dilihat kondisi terakhir, setelah setengah musim tidak berkompetisi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan datang ke Solo untuk tes medis bersama Cak Narto (Sunarto-Red) dan Oky Derry. Musim lalu sebenarnya saya juga ingin bergabung di Persis, namun posisi striker saat itu sudah penuh dan batasan usia di atas 25 tahun.

Kenapa memilih Persis Solo?

  • Persis Solo adalah salah satu tim dengan sejarah yang panjang. Tim ini salah satu tim tertua di Indonesia. Terpenting, manajemen memiliki target yang jelas untuk promosi ke Liga 1.

Setelah sepekan bergabung, bagaimana rekan-rekan setim saat ini? Adakah hambatan beradaptasi?

  • Saya pribadi menilai, rekan-rekan satu tim sangat kompak di dalam maupun luar lapangan. Bukti kekompakan yang paling sederhana yakni saat waktu makan tiba. Kita dibiasakan tim pelatih untuk makan bersama-sama. Usai makan, dari situ kita bisa berdiskusi materi latihan yang diberikan saat latihan. Sama-sama mengevaluasi antarpemain. Itu salah satu bentuk komunikasi kami di tim. Selain itu, kami juga terbiasa salat bersama-sama di masjid dekat mes. Sebagian besar saya sudah akrab dengan rekan-rekan satu tim, seperti Tri Handoko, Bayu Andra, Dedi CP, Cak Narto, Mas Galih, Soni, Soka (Elina Soka-Red), dan yang lainnya. Sehingga tidak ada persoalan saat memilih ke Persis Solo.                                                                                                                             Selain itu, saya sangat senang dengan suasana kekluargaan di tim, baik dengan rekan setim, tim pelatih, maupun manajemen. Teman-teman di sini sangat baik dan banyak membantu saya sehingga proses adaptasi pun tidak ada persoalan sama sekali.

Bagaimana tim pelatih di bawah kepemimpinan Freddy Muli?

  • Kami sangat beruntung memiliki tim pelatih seperti Om Freddy Muli, Bang Marwal Iskandar, Mas I Komang Putra, dan Mas Haryadi. Mereka tidak hanya sekadar melatih, tetapi menularkan pengalaman bermain kepada pemain. Transfer ilmu inilah yang sangat penting. Saat salah mengaplikasi strategi, kami langsung dievaluasi. Om Freddy dan tim pelatih sangat serius, tapi enjoy saat latihan. Jadi semua pemain bisa berlatih dengan sangat serius, tapi enjoy. Setiap detail materi harus kami mengerti sebelum aplikasi di lapangan.

Seperti musim sebelumnya, musim 2018 manajemen menargetkan promosi Liga 1, adakah beban?

  • Tim yang bagus adalah memiliki target dalam setiap kompetisi. Saya paham benar, musim lalu seharusnya Persis Solo sudah bisa promosi ke Liga 1 dengan materi yang sangat mumpuni. Target promosi ke Liga 1 tidak hanya menjadi target dari manajemen, namun kami semua pemain harus memiliki target dan tanggung jawab yang sama untuk membawa Persis Solo ke Liga 1. Dan itu wajib! Saya tidak terbebani, malah tertantang untuk mewujudkan iu.

Bagaimana peran suporter di Solo?

  • Pasoepati dan Persis Fans adalah organisasi suporter terbesar di negeri ini. Mereka tak kenal lelah saat mendukung tim bertanding di mana pun. Di luar Jawa Tengah dan Jawa pun, selalu ada Pasoepati dan Persis Fans. Suporter, tim, dan manajemen adalah satu kesatuan. Saya sangat bangga menjadi bagian dari Persis Solo dan Pasoepati serta Persis Fans.

Sisi lain, selain tim Persis yang menjadi idola saat ini, adakah tim dan pemain idola?

  • Untuk tim luar negeri, saya mengidolakan Arsenal. Kalau pemain, satu-satunya idola saya dalah Gendut Dony. Saya pernah satu tim dengan Mas Gendut Dony di Persiba Balikpapan. Salah satu striker timnas Indonesia yang memiliki kualitas dan kecerdasan.

Ada pesan atau motto hidup?

  • Motto hidup saya, hidup itu hanya sekali dan bisa berguna bagi orang di sekitar.

PROFIL:

NAMA        : JOHAN YOGA UTAMA

JULUKAN   : SUPER JO

TTL             : SEMARANG/19 FEBRUARI 1990

TB/BB        : 183 CM/75 KG

KARIER KLUB:

2008-2009 : PSIS SEMARANG (ISL)

2009-2010 : PERSIBA BALIKPAPAN (ISL)

2010-2011 : PERSIB BANDUNG (ISL)

2011-2012 : PERSISAM SAMARINDA (ISL)

2012-2013 : PERSIBA BALIKPAPAN (ISL)

2014          : MARTAPURA FC (DIVISI UTAMA)

2015          : PSM MAKASSAR (ISL)

2016          : PSIS SEMARANG (ISC B)

2017          : PSIS SEMARANG (LIGA 2)

2018          : PERSIS SOLO (LIGA 2)

KARIER TIMNAS:

2011: TIMNAS PRA-OLIMPIADE

PRESTASI:

TOP SCORER ISC B (14 GOL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *