MANAJEMEN KIRIM SURAT KE PSSI

TANGERANG – Manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) menolak usulan memasukkan Persis Gotong Royong (GR) menjadi peserta Liga 3 musim 2018. Usulan tersebut dimunculkan saat Kongres Tahunan PSSI di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Sabtu (13/01).

Wakil CEO Persis Solo, Dedy M Lawe yang menjadi perwakilan tim Persis Solo di kongres tersebut, dengan tegas menolak usulan tersebut. Persis Gotong Royong masih ngotot ingin bertahan ikut berkompetisi di Liga 3.

“Dengan tegas saya langsung ajukan penolakan usulan itu, karena mereka (Persis GR-red), hingga kini masih menggunakan nama dan logo Persis yang sangat mirip. Bagi kami, ini jelas melanggar hak paten dan ketentuan yang ada. Tim Persis Solo yang resmi di bawah naungan PT Persis Solo Saestu,” jelas Dedy M Lawe.

Dedy mengemukakan, ada 40 klub yang terdegradasi ke Liga 4 yang mengusulkan agar tetap bertahan di Liga 3 musim ini. Salah satunya adalah Persis GR yang pada musim 2017 hanya mencapai babak 32 besar Liga 3 tingkat nasional.

Dia menambahkan, peluang meluluskan usulan tersebut bisa saja dikabulkan oleh PSSI. Namun Dedy memberikan solusi agar Persis GR tidak menggunakan nama dan logo yang sama dengan Persis Solo Saestu.

“Kami optimistis PSSI akan memberikan penolakan. Kami tidak masalah jika nantinya Kota Solo memiliki dua klub profesional, asal namanya berbeda. Silakan menggunakan nama Solo United atau yang lain, terpenting tidak ada nama dan logo Persis Solo yang di bawah naungan PT Persis Solo Saestu,” tandasnya.

Pada awal musim lalu, PT Persis Solo Saestu telah mendaftarkan nama dan logo Persis Solo ke Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Hal itu dilakukan setelah Paulus Haryoto mengklaim nama dan logo Persis atas nama pribadi.

“Terkait nama dan logo, kami akan membuat surat ke Ketua Umum PSSI agar mereka (Persis GR-red) mengubah nama dan logo,” tegasnya. (www.persis-solo.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *