JAFRI PUJI SEMANGAT PANTANG MENYERAH PEMAIN

GOL IKHWAN: Bek Persis Solo, Ikhwan Ciptady menetak gol melalui heading setelah memenangi duel bola atas dengan Idang Novriza Ali di dalam kotak penalti. (www.persis-solo.id/MHK)

SOLO – Kerja keras M Wahyu dan kawan-kawan untuk memberikan poin absolut kepada Pasoepati dan Surakartans didapatkan dengan susah payah. Perserang Serang memberikan perlawanan sengit hingga menit akhir laga.

Kemenangan 2-1 atas Perserang melalui gol heading Ikhwan Ciptady pada menit ke-41 dan Elina Soka lewat titik putih (47’), berhasil dibalas tim tamu lewat tendangan keras Supriyono (70’). Ikhwan memenangi duel bola atas dengan Idang Novriza Ali. Ini merupakan gol perdana Ikhwan di pentas Liga 2 musim 2018. Tiga poin maksimal di hadapan ribuan pendukung menempatkan Laskar Sambernyawa kembali ke papan atas klasemen sementara Grup Barat.

Persis Solo berada di peringkat kedua dengan sembilan poin dari lima kali bertanding, tiga kali menang, dua kali kalah. Sementara peringkat pertama milik Semen Padang FC dengan 12 angka.

Usai pertandingan, pelatih Jafri Sastra mengungkapkan kondisi M Wahyu dan kawan-kawan sebenarnya tidak dalam puncak penampilan. Hal ini selepas masa recovery yang sangat pendek, yakni dua hari, setelah menjalani tur Aceh.

SELEBRASI ELINA: Elina Soka disambut Azka Fauzi usai mencetak gol dari titik putih. (www.persis-solo.id/MHK)

“Ya, anak-anak terlihat kecapaian, namun mereka memiliki semangat luar biasa selama 90 menit. Mereka menunjukkan jiwa-jiwa Sambernyawa melalui nyanyian suporter di Manahan. Semangat pemain menutupi kekurangan, yakni kondisi fisik yang tidak 100 persen,” kata Jafri.

Pernyataan Jafri Sastra tersebut menunjukkan kondisi M Wahyu cs yang tidak sepenuhnya fit menghadapi Perserang Serang. Faktor kelelahan perjalanan pulang dari Aceh menyebabkan kekurangbugaran pemain menghadapi Perserang.

“Perserang berhasil memanfaatkan kelemahan kami, yakni faktor kecapaian. Mereka tampil spartan sepanjang pertandingan dan menyulitkan pertahanan kami. Alhamdulillah, tiga poin berhasil diamankan,” tegas Jafri.

BEKERJA KERAS: Kapten Persis Solo, M Wahyu bekerja keras menguasai lini tengah. (www.persis-solo.id/MHK)

Rotasi kembali dilakukan pelatih asal Padang menghadapi Perserang. Menurunkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Soni Setiawan, Ikhwan Ciptady, Gufron, dan Iqbal Samad di lini belakang, sementara Heru Setyawan, M Wahyu dan Elina Soka menjadi motor lini vital menopang tiga penyerang Dedi Cahyono Putro, Azka Fauzi dan Johan Yoga.

Pada menit ke-44, Dedi Cahyono harus ditarik keluar lantaran cedera setelah bertabrakan dengan bek lawan. Dedi digantikan Arif Yanggi Rahman yang justru tampil memikat di sisa pertandingan.

Tercatat, eks gelandang PSIS Semarang tersebut menciptakan dua peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol. Kecepatan Yanggi memorakporandakan pertahanan tim tamu.

“Yanggi tampil bagus. Dia saya tempatkan di winger menggantikan peran Dedi, dan penampilannnya memberikan kontribusi pada tim, kendati dua peluang emas tadi seharusnya satu bisa menjadi gol,” imbuh Jafri.(www.persis-solo.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *