HASIL PERTEMUAN MANAJEMEN PERSIS SOLO DENGAN PASOEPATI DAN SURAKARTANS

Pertemuan manajemen PERSIS Solo dengan DPP Pasoepati dan Surakartans telah dilaksanakan di Restoran Godong Salam, Solo pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 19:00 – 22:00 WIB. Pasoepati  dan Surakartans dihadiri sekitar 60 orang, mewakili Korwil, DPP, dan Majelis (Penasihat).

Pasoepati dipimpin langsung oleh Presiden DPP Pasoepati, yaitu: Aulia Haryo Suryo (Rio), yang didampingi oleh Majelis, yaitu Bapak Mayor Haristanto; pendiri dan Presiden pertama Pasoepati (Warmin); Pemimpin Redaksi Solopos; pendiri dan pencetus nama Pasoepati; dan Anwar Sanusi. dari pihak Surakartans di wakili oleh Dita dkk.

Stakeholder Solo diwakili oleh Her Suprabu, Manajemen PERSIS Solo dihadiri oleh Eddy Junaidi selaku Direktur Utama, dan Sigid Rudi Gunawan selaku Sekjen yang baru pengganti Dedi M. Lawe, dan Langgeng Jatmiko Manajer Klub PERSIS Solo.

Dialog berlangsung secara terbuka dan konstruktif, diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Kronologi Fakta
  1. Disampaikan berbagai kekeliruan yang dilakukan oleh Dedi M. Lawe dari manajemen PT. PERSIS Solo Saestu (PT. PSS) sehingga menimbulkan berbagai hal, dan puncaknya dilakukan pemboikotan pada setiap pertandingan PERSIS Solo di Madiun.
  2. Permintaan launching Jersey dan pemain oleh Pasoepati di kota Solo ditolak oleh manajemen PERSIS Solo secara sepihak. Penolakan yang dianggap kurang santun karena selayaknya PERSIS Solo diperkenalkan kepada warga Solo sebagai stakeholder, baik pemain, maupun pelatihnya, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal ini supporter merasa dipisahkan setelah Stadion Manahan direnovasi pada tahun 2018.
  3. Akumulasi dari berbagai persoalan dan buntunya komunikasi kedua belah pihak menjadi titik puncak karena persoalan launching ini, sehingga terjadilah pemboikotan oleh DPP Pasoepati yang tidak hadir pada setiap pertandingan PERSIS Solo.
  4. Selanjutnya muncul “#bangkrutkanpersissolo” dan “#buybackpersissolo” dari grass root, menuntut Dedi M. Lawe sebagai Sekjen dicopot. Puncaknya adalah dilakukan demonstrasi di Balaikota Solo, dan Walikota Solo (F.X. Hadi Rudyatmo) sebagai penanggungjawab menanggapi dengan akan segera menyelesaikan masalah tersebut.
  5. Pihak manajemen PERSIS Solo berupaya dengan menunjuk Eddy Junaidi sebagai Direktur Utama PT. PSS untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dan akhirnya pada hari Selasa, 30 Juni 2019 Dedi M. Lawe dinonaktifkan dari jabatan Sekretaris Jenderal PERSIS Solo.

  • Hasil Pertemuan

Format pertemuan, kedua belah pihak menyepakati Program Jangka Pendek yaitu mencari solusi bagaimana agar pada Putaran II PERSIS Solo menuju Liga I.

Program Jangka Menengah, disepakati manajemen dikelola secara profesional (teknis dan non teknis) sebagai solusi masa depan PERSIS Solo.

Sigid Haryo Wibisono sebagai pemilik PT. PSS “legowo” melepas saham, jika itu yang terbaik bagi stakeholder Solo, dan menyerahkan hal ini kepada stakeholder Solo yang dipimpin oleh Walikota Solo (F.X. Hadi Rudyatmo).

Diperoleh rekomendasi tentang manajemen profesional ke depan, sebagai berikut:

  1. Disepakati manajemen profesional yang ahli di bidang sepakbola, tidak saja di bidang teknis, tapi juga di bidang non teknis.
  2. PERSIS Solo dengan Pasoepati dan Surakartans sebagai penonton yang mewakili publik Solo dan Stadion Manahan sebagai homebase adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena tradisi khas penonton sepakbola Solo. Selain itu PERSIS Solo dikenal sebagai heritage pendiri PSSI yang dilindungi property right-nya sebagai kebanggaan rakyat Solo.
  3. PERSIS Solo mempunyai visi dan misi anti terhadap pengaturan score, seperti yang terjadi Musim Kompetisi 2017. Mafia dengan segala cara mengorbankan PERSIS Solo. Sigid Haryo Wibisono sebagai pemilik 90% saham saat ini ingin memasuki sepakbola industri sejak awal menjadi manajemen PT PSS di tahun 2016.
  4. Sepakbola industri menginginkan pengelolaan yang profesional, tidak hanya kualitas dari pemain dan pelatih, sehingga Skuad dengan parameter hasil setiap kompetisi, dalam hal ini PERSIS Solo sebagai Liga 1. Kedua, masalah non teknis dengan indikasi supporting terhadap Skuad secara maksimal, dan  mampu mandiri secara keuangan. Dalam hal ini manajemen non teknis harus mampu berkomunikasi baik dengan Pasoepati dan Surakartans sehingga memenuhi lapangan pada setiap pertandingan, dan berkoordinasi dengan penanggungjawab Stadion Manahan sehingga panitia penyelenggara selalu lancar dalam setiap penyelenggaraan pertandingan. Walaupun atmosfer sepakbola nasional belum memasuki tahap sepakbola industri, namun ini harus menjadi tekad bersama bagaimana memposisikan PERSIS Solo di masa depan.
  5. Diciptakan hubungan dan komunikasi yang baik antara manajemen PERSIS Solo dengan Pasoepati dan Surakartans dengan menjadwalkan pertemuan rutin agar terjadi supporting terhadap setiap pertandingan menjadi optimal.
  6. DPP Pasoepati mengharapkan tidak ada perekrutan personal Pasoepati menjadi staf manajemen PERSIS Solo, karena ternyata berdampak negatif terhadap hubungan kedua belah pihak.
  7. Perekrutan pemain yang dulunya diprioritaskan untuk “bakat” dari Solo minimal 40%, karena di Musim Kompetisi 2019 perekrutan dominan dari Jawa Timur. Sementara bakat dari Solo pergi ke klub lain.
  8. PERSIS Solo diharapkan segera membuat surat kepada penanggungjawab Manahan, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Walikota Solo untuk kembali dibuka pada Oktober 2019 menggunakan homebase Stadion Manahan Solo.
  9. Perbaikan posisi di Klasemen Sementara, dimana yang semula berada di posisi buncit, sampai pertemuan berlangsung sudah berada di posisi nomor 3. Diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki pemain di Putaran II, agar bisa menjadi Liga 1 di Musim Kompetisi 2020.
  10. Selanjutnya solusi permanen akan ditetapkan sebagai komitmen melalui pertemuan Walikota Solo mewakili stakeholder, dengan Sigid Haryo Wibisono sebagai pemilik PT. PSS. Apapun keputusannya, Pasoepati tidak mempermasalahkan kepemilikan, yang penting komitmen manajemen mengelola secara profesional, dan PERSIS Solo menuju Liga 1 Musim Kompetisi 2020 PSSI. Proses ini sedang berlangsung dimediasi oleh Her Suprabu yang juga hadir dan ikut tampil bicara pada pertemuan ini.
  11. Pemilik PERSIS Solo untuk menuju Liga I harus menyiapkan anggaran minimal Rp 30 miliar untuk bisa bersaing, dan ini menjadi catatan tersendiri jika terjadi pergantian atau pelepasan saham.

Berikut beberapa moment Foto pertemuan Manajemen Persis Solo dengan Pasoepati dan Surakartans :

 

  • WilliamTep August 7, 2019 at 6:53 am

    Good day! persis-solo.id

    We put up of the sale

    Sending your commercial proposal through the Contact us form which can be found on the sites in the Communication partition. Contact form are filled in by our program and the captcha is solved. The profit of this method is that messages sent through feedback forms are whitelisted. This method improve the odds that your message will be read.

    Our database contains more than 25 million sites around the world to which we can send your message.

    The cost of one million messages 49 USD

    FREE TEST mailing of 50,000 messages to any country of your choice.

    This message is automatically generated to use our contacts for communication.

    Contact us.
    Telegram – @FeedbackFormEU
    Skype FeedbackForm2019
    Email – FeedbackForm@make-success.com
    WhatsApp – +44 7598 509161

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *