GUFRON: BERTEMU HERMAN DZUMAFO, ITU TANTANGAN BUAT SAYA

SOLO – PSPS Riau memastikan diri menjadi pemuncak klasemen akhir grup 1 Liga 2 Indonesia 2017. Hasil ini membuat tim berjuluk Asykar Bertuah tersebut menghuni grup A babak 16 besar bersama Persis Solo, PSS Sleman serta Cilegon United.

Bermaterikan sejumlah pemain senior yang kenyang pengalaman seperti Herman Dzumafo, Victor Pae, Defri Rizki, PSPS menyalip tim unggulan PSMS Medan di putaran akhir penyisihan grup 1. PSPS membuktikan kekuatan mereka sebagai tim yang layak diperhitungkan untuk lolos dari babak 16 besar.

Sosok yang paling menyita perhatian di tim PSPS adalah striker kelahiran Kamerun yang sudah dinaturalisasi menjadi WNI, Herman Dzumafo Epandi. Ya, pemain berusia 37 tahun tersebut menjadi protagonis di tim PSPS begitu dirinya masuk tim di putaran dua penyisihan grup.

Dengan tubuh tinggi besar, Dzumafo menjadi sosok striker yang paling menakutkan di Liga 2. Namun hal tersebut tidak membuat bek Persis Solo, Asyraq Gufron keder. Bagipemain berusia 21 tahun asal Surabaya tersebut, bertemu Dzumafo adalah tantangan di lapangan.

“Ga ada (takut) mas, justru itu tantangan buat saya. Toh semua sama saja, sama-sama manusia yang makan nasi,”tegas pemain berjuluk “Bison” tersebut.

Persis Solo akan mengawali pertandingan babak 16 besar menghadapi tuan rumah PSPS Riau, Rabu (20/9/2017) sore di Stadion Utama Riau. Dengan peta kekuatan yang merata di grup A, Persis Solo harus memanfaatkan laga away ke pulau Sumatra tersebut untuk meraih minimal satu poin untuk menjaga peluang lolos dari grup A. (AB – www.persis-solo.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *